Mengenal i-DM: Teknologi Hybrid PHEV Jetour
Istilah i-DM sering muncul saat membahas Jetour T1 i-DM. Sebenarnya apa itu, dan apa untungnya buat Anda sebagai pemilik? Berikut penjelasan sederhananya, tanpa jargon yang membingungkan.
Setiap kali membahas Jetour T1 i-DM, satu istilah selalu muncul: i-DM. Bagi sebagian orang, deretan huruf ini terdengar teknis dan membingungkan. Padahal konsep di baliknya cukup sederhana, dan justru itulah yang membuat mobil ini menarik.
i-DM adalah teknologi hybrid PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) milik Jetour. Sederhananya, mobil ini menggabungkan dua sumber tenaga dalam satu kendaraan: motor listrik dan mesin bensin. Keduanya bisa bekerja bergantian atau bersamaan, tergantung kebutuhan saat itu.

Bagaimana cara kerjanya
Bayangkan Anda sedang melaju pelan di kemacetan kota. Pada kondisi ini, mobil dapat sepenuhnya mengandalkan motor listrik, sehingga berjalan senyap dan sangat irit tanpa menyentuh setetes pun bensin. Inilah momen di mana Anda merasakan sensasi mobil listrik sesungguhnya.
Ketika Anda butuh tenaga lebih, misalnya saat menyalip di jalan tol atau menanjak, mesin bensin ikut membantu. Begitu pula ketika daya baterai menipis, mesin bensin mengambil alih. Yang menyenangkan, seluruh perpindahan ini diatur otomatis oleh sistem. Anda cukup menyetir seperti biasa tanpa perlu memikirkan apa pun.

Kenapa teknologi ini menguntungkan
Dengan total tenaga gabungan sekitar 335 HP dan dukungan baterai 18,4 kWh, T1 i-DM mampu menempuh jarak yang sangat jauh dalam sekali pengisian penuh. Bagi pemilik, ini berarti frekuensi mampir ke SPBU berkurang drastis, sekaligus tagihan bahan bakar yang jauh lebih ringan.
Yang paling penting, Anda mendapatkan efisiensi mobil listrik tanpa kecemasan yang biasa menyertainya. Tidak ada rasa khawatir kehabisan daya di tengah jalan, karena mesin bensin selalu siap menjadi cadangan kapan pun dibutuhkan.
| Jenis | PHEV Super Hybrid (Plug-in) |
|---|---|
| Tenaga gabungan | sekitar 335 HP |
| Baterai | 18,4 kWh |
| Jelajah | hingga 1.000 km sekali isi |
| Karakter | senyap, irit, tetap bertenaga |
Perlu dicolok setiap hari?

Salah satu pertanyaan paling umum tentang PHEV adalah soal pengisian daya. Kabar baiknya, T1 i-DM memberi Anda kebebasan penuh. Bila memungkinkan mengisi daya di rumah, Anda bisa memaksimalkan mode listrik yang paling irit untuk pemakaian harian. Namun bila sedang tidak sempat mengisi, mobil tetap berjalan normal dengan mesin bensin sebagai sumber tenaga.
Artinya, Anda tidak akan pernah terjebak. Tidak ada keharusan mencari stasiun pengisian saat bepergian jauh, dan tidak ada kepanikan bila lupa mengisi daya semalam. Fleksibilitas inilah yang membuat teknologi PHEV terasa sangat praktis untuk kondisi berkendara di Indonesia.
Cocok untuk siapa
Teknologi ini paling pas untuk Anda yang menempuh jarak harian cukup jauh, ingin menekan biaya bahan bakar secara signifikan, namun tetap membutuhkan fleksibilitas untuk perjalanan luar kota tanpa harus repot mencari stasiun pengisian daya.
Cara terbaik memahami sebuah teknologi tentu dengan merasakannya langsung. Jadwalkan test drive Jetour T1 i-DM bersama tim JETOUR BKR Bandung untuk membuktikan sendiri halusnya berkendara hybrid PHEV.
Artikel Lainnya
Harga Harga Jetour Bandung 2026: Daftar OTR Lengkap 5 Model
Rangkuman harga On The Road (OTR) Kota Bandung terbaru untuk seluruh SUV Jetour: Dashing, T1, X70 Plus, T1 i-DM, dan T2. Lengkap dengan promo early-bird & catatan warna.
Komparasi Jetour T2 vs T1 i-DM: Off-road 4WD atau Hybrid PHEV?
Dua flagship Jetour dengan karakter berbeda. T2 tangguh dengan penggerak cerdas XWD, T1 i-DM irit dengan hybrid PHEV jarak jauh. Mana yang cocok untuk Anda?
Review Jetour X70 Plus: SUV 7 Kursi untuk Keluarga Bandung
Kabin tiga baris, bagasi fleksibel, dan fitur lengkap dengan harga masuk akal. Kenapa X70 Plus jadi pilihan kuat keluarga besar di Bandung.